KARYA
TULIS
Disusun
oleh:
1.
Rayhan
Rifyal H (VIII D/26)
2.
Vigo
Kurnia (VIII D/32)
3.
Achmad
Fauzian F K (VIII D/01)
4.
Anggriawan
Bagus S (VIII D/05)
5.
Indra
Yana S (VIII D/17)
Sekolah
Menengah Pertama Negeri 7 Magelang
JL. Sunan Gunung Jati NO.40
Telp.(0293)363473 Magelang 56123
Tahun 2015
LEMBAR PENGESAHAN
Karya
tulis ini disusun sebagai salah satu syarat mengikuti Ujian Sekolah dan Ujian Nasional
Tahun Pelajaran 2015/2016.
Judul
Karya Tulis :
Disetujui :
Hari
:
Tanggal
:
Menyetujui :
|
|||||
Wali Kelas,
|
Pembimbing,
|
||||
Dra. Rochalimah
|
Drs, Lucia Setyo B
|
||||
NIP : 19570810 1998603 2004
|
NIP : 19680624 2007010 2010
|
||||
Mengesahkan :
|
|||||
Kepala SMPN 7 Magelang
|
|||||
Budi Wahyono.Spd
|
|||||
NIP : 196771111 199412 1002
|
|||||
MOTTO
- ‘’Hidup ini seperti naik sepeda. Untuk menjaga keseimbangannya,
anda harus tetap bergerak.’’ (Albert Einstein)
- ‘’Kalau itu adalah kenangan yang berarti.. jangan
dilupakan!Sebab jika manusia mati.. mereka hanya bisa hidup dalam kenangan
orang lain.’’ (Takagi - Detective Conan)
-‘’Tak ada orang yang senang dengan kekalahan.Aku merasa dongkol kalau
kalah.Tapi, bagiku kekalahan dan luka bukanlah akhir dari segalanya!’’ (Amu
Hinamori)
-‘’Mempelajari masa lalu untuk memperkirakan masa depan. Itulah arti
penting mengetahui sejarah.’’ (Pain - Naruto Shippuden)
-‘’Hal yang kini kita rasa menyenangkan hanya bisa kita nikmati
sepenuhnya saat ini. Karena itu hargailah setiap momen indah dan waktu saat
ini.’’ (Athena glory - Aria)
-‘’Hidup bukanlah sebuah permainan, kita hanya punya satu kehidupan dan
tidak punya tombol reset.’’ (Makoto - School Days)
-‘’Kita akan menyesal bila mimpi yang kita kejar akhirnya gagal, tapi
kita akan lebih menyesal bila kita tidak mencoba untuk mengejarnya !’’
(Takagi Akito - Bakuman)
-‘’Genius Dilahirkan, Bukan Dibeli!’’ (Oscar Wilde)
-‘’Saya selalu berkembang atas dorongan orang lain.’’ (John F. Kennedy)
HALAMAN
PERSEMBAHAN
Karya Tulis ini kami susun tidak hanya untuk memenuhi Tugas mata
pelajaran Bahasa Indonesia, tetapi juga sebagai syarat untuk melakukan Ujian
Sekolah (US) tahun pelajaran 2015/2016 dan sarana untuk menambah wawasan dan
pengetahuan serta lebih mencintai keindahan alam Negara kita diantaranya
Jakarta dan Bandung. Maka kami ucapkan terimakasih kepada :
1.
Bapak Budi Wahyono, S.Pd selaku
kepala sekolah SMP Negeri 7 Magelang yang telah memberikan kesempatan kepada
kami untuk mengikuti kegiatan karya wisata di Jakarta dan Bandung.
2.
Ibu Dra Rochalimah selaku wali
kelas kami.
3.
Idu Dra Lucia Setyo B N dan Ibu
GF. Puryani,S.Pd. Ind selaku guru Bahasa Indonesia kami yang telah memberikan
pengarahan dalam penyusunan karya tulis ini.
4.
Bapak dan Ibu Guru pembimbing yang
telah menjaga, mendampingi, danmemotifasi kami selama perjalanan karya wisata
ke Jakarta dan Bandung.
5.
Semua pihak yang telah membantu
kami dalam penyusunan karya tulis ini sehingga karya tulis ini dapat
terselesaikan dengan baik Kami berharap dengan selesainya Karya Tulis ini
dapat bermanfaat bagi para pembaca khususnya kepada adik-adik kelas kami semoga
karrya tulis ini dapat menjadi penduan untuk kalian kelak.
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang
telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya serta karunian-Nya sehingga kami dapat
menyelesaikan karya tulis yang berjudul “ Laporan Kegiatan Study Tour
Jakarta-Bandung” ini dengan baik tanpa ada halangan.Laporan Kegiatan Study Tour
Jakarta-Bandung ini berisi tentang seluruh kegiatan studi yang dilaksanakan
siswa-siswi Kelas VIII SMPN 7 Magelang pada, 8 Maret - 11 Maret
2015.Terselesaikannya laporan ini tentu tidak lepas dari bantuan banyak pihak.
Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada:
1.
Bapak kepala sekolah
Yang telah mengizinkan dan bertanggung jawab atas pelaksanaan study
tour.
2.
Panitia
Yang telah mempersiapkan segala kebutuhan yang sangat kami butuhkan
sehingga kami dapat berangkat dan pulang sampai rumah dengan selamat.
3.
Guru Pembimbing
Yang telah menjaga dan memberi pengarahan yang kami butuhkan sehingga
kami bisa tahu hal-hal yang kami belum tahu.
4.
Wali Kelas
Yang telah memberi pengajaran dan telah mendampingi kami waktu study
tour berlangsung.
5.
Guru Bahasa Indonesia
Yang telah memberikan pengarahan tentang cara menyusun karya tulis
sehingga kami bisa menyusun karya tulis dengan baik.
6.
Ayah dan Ibu
Yang telah memberikan dana, dorongan dan kasih sayang sehingga kami
bisa berangkat ke Jakarta, Bandung dengan tenang dan bisa menyedaikan karya
tulis dengan lancar.
7. Teman-temanku
Yang telah mendampingi dan melindungi penulis waktu study tour
berlangsung dan membantu serta memberi dorongan kepada penulis sehingga penulis
bisa menyelesaikan karya tulis.
DAFTAR
ISI
Halaman Judul
|
..............................................................................................................................
|
I
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Halaman Pengesahan
|
..................................................................................................................
|
II
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Halaman Motto
|
............................................................................................................................
|
III
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Halaman Persembahan
|
.................................................................................................................
|
IV
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kata Pengantar
|
............................................................................................................................
|
V
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Daftar isi
|
.......................................................................................................................................
|
VI
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
BAB I PENDAHULUAN
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
1.1
|
Latar belakang penulisan
|
...................................................................................................
|
1
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
1.2
|
Tujuan penulisan
|
...............................................................................................................
|
1
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
1.3
|
Metode penulisan
|
..............................................................................................................
|
1
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
1.4
|
Sestematik penulisan
|
..........................................................................................................
|
2
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
BAB II LANDASAN TEORI
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
2.1
|
Sejarah
|
...............................................................................................................................
|
3
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
2.2
|
Letak geografis dan keadaan wilayah
|
................................................................................
|
3
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
2.3
|
Pemerintahan
|
....................................................................................................................
|
7
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
2.4
|
Agama
|
.................................................................................................................................
|
8
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
2.5
|
Penduduk
|
...........................................................................................................................
|
8
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
2.6
|
Bahasa
|
................................................................................................................................
|
8
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
2.7
|
Budaya
|
...............................................................................................................................
|
9
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
2.7.1
|
Musik
|
.........................................................................................................................
|
9
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
2.7.2
|
Tari
|
...........................................................................................................................
|
9
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
2.7.3
|
Cerita rakyat
|
..............................................................................................................
|
9
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
2.8
|
Daya tarik
|
...........................................................................................................................
|
10
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
BAB III PEMBAHASAN MASALAH
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.1
|
Taman Mini Indonesia Indah (TMII)
|
...................................................................................
|
11
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.1.1
|
Lokasi
|
......................................................................................................................
|
11
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.1.2
|
Keadaan fisik kawasan
|
.............................................................................................
|
11
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.1.3
|
Gagasan
|
....................................................................................................................
|
12
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.1.4
|
Filsafat dan asas pendirian
|
......................................................................................
|
12
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.1.5
|
Misi dan visi
|
..............................................................................................................
|
13
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.1.6
|
Sarana pendirian
|
......................................................................................................
|
13
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.1.7
|
Logo dan maskot
|
....................................................................................................
|
14
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.1.8
|
Taman
|
.......................................................................................................................
|
14
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.1.9
|
Anjungan
|
.................................................................................................................
|
14
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.1.10
|
Bangunan lain
|
.......................................................................................................
|
15
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.1.11
|
Sarana rekreasi
|
......................................................................................................
|
17
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.2
|
Monomen Pancasila Saktil
|
.................................................................................................
|
17
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.2.1
|
Lokasi
|
.......................................................................................................................
|
18
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.2.2
|
Sejarah
|
.....................................................................................................................
|
18
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.3
|
Gelanggang Samudra Ancol
|
...............................................................................................
|
18
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.3.1
|
Lokasi
|
.......................................................................................................................
|
18
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.3.2
|
Fasilitas
|
....................................................................................................................
|
18
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.4
|
Dunia Fabtasi (DUFAN)
|
.......................................................................................................
|
20
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.4.1
|
Lokasi
|
......................................................................................................................
|
20
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.4.2
|
Fasilitas
|
...................................................................................................................
|
20
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.5
|
Pantai Marina Ancol
|
...........................................................................................................
|
21
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.5.1
|
Lokasi
|
......................................................................................................................
|
22
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.5.2
|
Fasilitas
|
.................................................................................................................
|
22
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.6
|
PP IPTEK
|
..............................................................................................................................
|
23
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.6.1
|
Lokasi
|
.......................................................................................................................
|
23
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.6.2
|
Visi dan misi
|
.............................................................................................................
|
23
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.6.3
|
Manfaat
|
....................................................................................................................
|
23
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.6.4
|
Pengklasteraan alat peraga
|
......................................................................................
|
23
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.6.5
|
Fasilitas
|
....................................................................................................................
|
24
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.7
|
Museum Minyak dan Gas Bumi (MIGAS)
|
............................................................................
|
25
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.7.1
|
Lokasi
|
......................................................................................................................
|
26
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.7.2
|
Fasilitas
|
...................................................................................................................
|
26
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.8
|
Theater IMAX Keong Mas
|
..................................................................................................
|
27
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.8.1
|
Lokasi
|
.......................................................................................................................
|
28
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.8.2
|
Fasilitas
|
....................................................................................................................
|
28
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.9
|
Cibaduyut
|
...........................................................................................................................
|
28
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.9.1
|
Lokasi
|
.......................................................................................................................
|
28
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.9.2
|
Macam-macam barang
|
...........................................................................................
|
29
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
BAB IV PENUTUP
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
4.1
|
Kesimpulan
|
.........................................................................................................................
|
30
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
4.2
|
Saran
|
..................................................................................................................................
|
30
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
DAFTAR PUSTAKA
|
.......................................................................................................................
|
31
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
LAMPIRAN
|
...................................................................................................................................
|
32
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
1. a.
|
Kelompok bis
|
...................................................................................................................
|
32
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
b.
|
Kelompok karya tulis kelas
|
.............................................................................................
|
32
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
2.
|
Galery
foto
|
...........................................................................................................................
|
32
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang penulisan
Karya Wisata adalah kegiatan wisata yang dilakukan dengan tujuan untuk
menambah pengetahuan siswa serta menambah pengalaman. Setelah karya wisata kami
laksanakan, siswa diwajibkan untuk membuat karya tulis. Karya tulis adalah
hasil dari suatu kegiatan yang telah dilaksanakan.
Laporan karya tulis ini merupakan tugas bagi semua angkatan kelas VIII
SMPN Magelang. Dalam penyusunan karya
tulis ini, siswa diharapkan dapat melaporkan segala pengetahuan dan
pengalamannya yang diperoleh selama menjalankan study tour selama 4 hari 3
malam (Dari tanggal 08-11 Maret 2015).
Pengalaman dan pengetahuan selama mengikuti study tour ke
JAKARTA-BANDUNG diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam
laporan karya tulis ini membahas tentang beberapa objek wisata dan objek study
tour yang berada di JAKARTA-BANDUNG dan sekitarnya.
1.2. Tujuan penulisan
Tujuan yang hendak kami capai dalam pembuatan laporan perjalanan ini
serta dalam pelaksanaan study tour adalah sebagai berikut:
·
Menyelesaikan tugas Bahasa
Indonesia
·
Untuk menambah pengetahuan dan
pengalaman siswa.
·
Untuk mengembangkan potensi,
etika, estetika, dan pratika.
·
Untuk memupuk rasa cinta terhadap
tanah air.
·
Mensyukuri Keindahan Alam
·
Dapat menerapkan ilmu dan
pengetahuan yang telah didapat sehingga dapat bermanfaat dalam kehidupan
sehari-hari.
·
Bermanfaat bagi pembaca dalam
menambah pengetahuan mengenai seputar objek wisata.
1.3. Metode Penelitian
Didalam
kegiatan ini kami mengumpulkan data-data sebagai bahan dalam menyusun karya
tulis. Metode -metode yang akan kami tulis sebagai berikut :
a.
Metode Observasi
Dari
objek-objek yang kami amati secara langsung kemudian mencari data-data yang di perlukan
sebagai bahan untuk menyusun karya tulis .
b.
Studi Literatur
Kami
mencari dan mengumpulkan buku-buku yang ada hubunganya dengan objek wisata yang
di teliti .
c.
Metode Wawancara
Bertanya-tanya
ke petugas di objek wisata yang dikunjungi.
1.4. Sitematika penulisan
Halaman Judul
|
..............................................................................................................................
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Halaman Pengesahan
|
..................................................................................................................
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Halaman Motto
|
............................................................................................................................
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Halaman Persembahan
|
.................................................................................................................
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kata Pengantar
|
............................................................................................................................
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Daftar isi
|
.......................................................................................................................................
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
BAB I PENDAHULUAN
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
1.1
|
Latar belakang penulisan
|
...................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
1.2
|
Tujuan penulisan
|
...............................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
1.3
|
Metode penulisan
|
..............................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
1.4
|
Sestematik penulisan
|
..........................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
BAB II LANDASAN TEORI
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
2.1
|
Sejarah
|
...............................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
2.2
|
Letak geografis dan keadaan wilayah
|
................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
2.3
|
Pemerintahan
|
....................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
2.4
|
Agama
|
.................................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
2.5
|
Penduduk
|
...........................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
2.6
|
Bahasa
|
................................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
2.7
|
Budaya
|
...............................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
2.7.1
|
Musik
|
.........................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
2.7.2
|
Tari
|
...........................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
2.7.3
|
Cerita rakyat
|
..............................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
2.8
|
Daya tarik
|
...........................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
BAB III PEMBAHASAN MASALAH
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.1
|
Taman Mini Indonesia Indah (TMII)
|
...................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.1.1
|
Lokasi
|
......................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.1.2
|
Keadaan fisik kawasan
|
.............................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.1.3
|
Gagasan
|
....................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.1.4
|
Filsafat dan asas pendirian
|
......................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.1.5
|
Misi dan visi
|
..............................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.1.6
|
Sarana pendirian
|
......................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.1.7
|
Logo dan maskot
|
....................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.1.8
|
Taman
|
.......................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.1.9
|
Anjungan
|
.................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.1.10
|
Bangunan lain
|
.......................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.1.11
|
Sarana rekreasi
|
......................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.2
|
Monomen Pancasila Saktil
|
.................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.2.1
|
Lokasi
|
.......................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.2.2
|
Sejarah
|
.....................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.3
|
Gelanggang Samudra Ancol
|
...............................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.3.1
|
Lokasi
|
.......................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.3.2
|
Fasilitas
|
....................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.4
|
Dunia Fabtasi (DUFAN)
|
.......................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.4.1
|
Lokasi
|
......................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.4.2
|
Fasilitas
|
...................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.5
|
Pantai Marina Ancol
|
...........................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.5.1
|
Lokasi
|
......................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.5.2
|
Fasilitas
|
.................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.6
|
PP IPTEK
|
..............................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.6.1
|
Lokasi
|
.......................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.6.2
|
Visi dan misi
|
.............................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.6.3
|
Manfaat
|
....................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.6.4
|
Pengklasteraan alat peraga
|
......................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.6.5
|
Fasilitas
|
....................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.7
|
Museum Minyak dan Gas Bumi (MIGAS)
|
............................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.7.1
|
Lokasi
|
......................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.7.2
|
Fasilitas
|
...................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.8
|
Theater IMAX Keong Mas
|
..................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.8.1
|
Lokasi
|
.......................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.8.2
|
Fasilitas
|
....................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.9
|
Cibaduyut
|
...........................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.9.1
|
Lokasi
|
.......................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.9.2
|
Macam-macam barang
|
...........................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
BAB IV PENUTUP
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
4.1
|
Kesimpulan
|
.........................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
4.2
|
Saran
|
..................................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
DAFTAR PUSTAKA
|
.......................................................................................................................
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
LAMPIRAN
|
...................................................................................................................................
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
1. a.
|
Kelompok bis
|
...................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
b.
|
Kelompok karya tulis kelas
|
.............................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
2.
|
Galery
foto
|
...........................................................................................................................
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1.
Sejarah
Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta, Jakarta Raya) adalah ibu
kota negara Indonesia. Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang
memiliki status setingkat provinsi. Jakarta terletak di bagian barat laut Pulau
Jawa. Dahulu pernah dikenal dengan nama Sunda Kelapa (sebelum 1527), Jayakarta
(1527-1619), Batavia/Batauia, atau Jaccatra (1619-1942), dan Djakarta
(1942-1972).
Jakarta memiliki luas sekitar 661,52 km² (lautan: 6.977,5 km²), dengan
penduduk berjumlah 9.607.787 jiwa (2010). Wilayah metropolitan Jakarta
(Jabotabek) yang berpenduduk sekitar 28 juta jiwa, merupakan metropolitan
terbesar di Indonesia atau urutan keenam dunia.
Nama Jakarta digunakan sejak masa penjajahan Jepang tahun 1942, untuk
menyebut wilayah bekas Gemeente Batavia yang diresmikan pemerintah Hindia
Belanda pada tahun 1905. Nama ini dianggap sebagai kependekan dari kata
Jayakarta, yang diberikan oleh orang-orang Demak dan Cirebon di bawah pimpinan
Fatahillah (Faletehan) setelah menyerang dan menduduki pelabuhan Sunda Kelapa
pada tanggal 22 Juni 1527. Nama ini biasanya diterjemahkan sebagai "kota
kemenangan" atau "kota kejayaan", namun sejatinya artinya ialah
"kemenangan yang diraih oleh sebuah perbuatan atau usaha".
Bentuk lain ejaan nama kota ini telah sejak lama digunakan. Sejarawan Portugis
João de Barros dalam Décadas da Ásia (1553) menyebutkan keberadaan
"Xacatara dengan nama lain Caravam (Karawang)". Sebuah dokumen
(piagam) dari Banten yang dibaca ahli epigrafi Van der Tuuk juga telah
menyebut istilah wong Jaketra, demikian pula nama Jaketra juga disebutkan dalam
surat-surat Sultan Banten dan Sajarah Banten sebagaimana diteliti
Hoessein Djajadiningrat. Laporan Cornelis de Houtman tahun 1596 menyebut
Pangeran Wijayakrama sebagai koning van Jacatra (raja Jakarta).
Sunda Kelapa (397–1527)
Jakarta pertama kali dikenal sebagai salah satu pelabuhan Kerajaan
Sunda yang bernama Sunda Kalapa, berlokasi di muara Sungai Ciliwung. Ibu kota
Kerajaan Sunda yang dikenal sebagai Dayeuh Pakuan Pajajaran atau Pajajaran
(sekarang Bogor) dapat ditempuh dari pelabuhan Sunda Kalapa selama dua hari
perjalanan. Menurut sumber Portugis, Sunda Kalapa merupakan salah satu
pelabuhan yang dimiliki Kerajaan Sunda selain pelabuhan Banten, Pontang,
Cigede, Tamgara dan Cimanuk. Sunda Kalapa yang dalam teks ini disebut Kalapa
dianggap pelabuhan yang terpenting karena dapat ditempuh dari ibu kota kerajaan
yang disebut dengan nama Dayo (dalam bahasa Sunda modern: dayeuh yang berarti
ibu kota) dalam tempo dua hari. Kerajaan Sunda sendiri merupakan kelanjutan dari
Kerajaan Tarumanagara pada abad ke-5 sehingga pelabuhan ini diperkirakan telah
ada sejak abad ke-5 dan diperkirakan merupakan ibu kota Tarumanagara yang
disebut Sundapura.
Pada abad ke-12, pelabuhan ini dikenal sebagai pelabuhan lada yang
sibuk. Kapal-kapal asing yang berasal dari Tiongkok, Jepang, India Selatan, dan
Timur Tengah sudah berlabuh di pelabuhan ini membawa barang-barang seperti
porselen, kopi, sutra, kain, wangi-wangian, kuda, anggur, dan zat warna untuk
ditukar dengan rempah-rempah yang menjadi komoditas dagang saat itu.
Jayakarta (1527–1619)
Bangsa Portugis merupakan Bangsa Eropa pertama yang datang ke Jakarta.
Pada abad ke-16, Surawisesa, raja Sunda meminta bantuan Portugis yang ada di
Malaka untuk mendirikan benteng di Sunda Kelapa sebagai perlindungan dari
kemungkinan serangan Cirebon yang akan memisahkan diri dari Kerajaan Sunda.
Upaya permintaan bantuan Surawisesa kepada Portugis di Malaka tersebut
diabadikan oleh orang Sunda dalam cerita pantun seloka Mundinglaya Dikusumah,
dimana Surawisesa diselokakan dengan nama gelarnya yaitu Mundinglaya. Namun
sebelum pendirian benteng tersebut terlaksana, Cirebon yang dibantu Demak
langsung menyerang pelabuhan tersebut. Orang Sunda menyebut peristiwa ini
tragedi, karena penyerangan tersebut membungihanguskan kota pelabuhan tersebut
dan membunuh banyak rakyat Sunda disana termasuk syahbandar pelabuhan.
Penetapan hari jadi Jakarta tanggal 22 Juni oleh Sudiro, walikota Jakarta, pada
tahun 1956 adalah berdasarkan tragedi pendudukan pelabuhan Sunda Kalapa oleh
Fatahillah pada tahun 1527. Fatahillah mengganti nama kota tersebut menjadi
Jayakarta yang berarti "kota kemenangan". Selanjutnya Sunan Gunung
Jati dari Kesultanan Cirebon, menyerahkan pemerintahan di Jayakarta kepada
putranya yaitu Maulana Hasanuddin dari Banten yang menjadi sultan di Kesultanan
Banten.
Batavia (1619–1942)
Orang Belanda datang ke Jayakarta sekitar akhir abad ke-16, setelah
singgah di Banten pada tahun 1596. Jayakarta pada awal abad ke-17 diperintah
oleh Pangeran Jayakarta, salah seorang kerabat Kesultanan Banten. Pada 1619,
VOC dipimpin oleh Jan Pieterszoon Coen menduduki Jayakarta setelah mengalahkan
pasukan Kesultanan Banten dan kemudian mengubah namanya menjadi Batavia. Selama
kolonialisasi Belanda, Batavia berkembang menjadi kota yang besar dan penting.
Untuk pembangunan kota, Belanda banyak mengimpor budak-budak sebagai pekerja.
Kebanyakan dari mereka berasal dari Bali, Sulawesi, Maluku, Tiongkok, dan
pesisir Malabar, India. Sebagian berpendapat bahwa mereka inilah yang kemudian
membentuk komunitas yang dikenal dengan nama suku Betawi. Waktu itu luas
Batavia hanya mencakup daerah yang saat ini dikenal sebagai Kota Tua di Jakarta
Utara. Sebelum kedatangan para budak tersebut, sudah ada masyarakat Sunda yang
tinggal di wilayah Jayakarta seperti masyarakat Jatinegara Kaum. Sedangkan
suku-suku dari etnis pendatang, pada zaman kolinialisme Belanda, membentuk
wilayah komunitasnya masing-masing. Maka di Jakarta ada wilayah-wilayah bekas
komunitas itu seperti Pecinan, Pekojan, Kampung Melayu, Kampung Bandan, Kampung
Ambon, Kampung Bali, dan Manggarai.
Pada tanggal 9 Oktober 1740, terjadi kerusuhan di Batavia dengan
terbunuhnya 5.000 orang Tionghoa. Dengan terjadinya kerusuhan ini, banyak orang
Tionghoa yang lari ke luar kota dan melakukan perlawanan terhadap
Belanda.Dengan selesainya Koningsplein (Gambir) pada tahun 1818, Batavia
berkembang ke arah selatan. Tanggal 1 April 1905 di Ibukota Batavia dibentuk
dua kotapraja atau gemeente, yakni Gemeente Batavia dan Meester Cornelis. Tahun
1920, Belanda membangun kota taman Menteng, dan wilayah ini menjadi tempat baru
bagi petinggi Belanda menggantikan Molenvliet di utara. Pada tahun 1935,
Batavia dan Meester Cornelis (Jatinegara) telah terintegrasi menjadi sebuah
wilayah Jakarta Raya.
Pada 1 Januari 1926 pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan peraturan
untuk pembaharuan sistem desentralisasi dan dekonsentrasi yang lebih luas. Di
Pulau Jawa dibentuk pemerintahan otonom provinsi. Provincie West Java adalah
provinsi pertama yang dibentuk di wilayah Jawa yang diresmikan dengan surat
keputusan tanggal 1 Januari 1926, dan diundangkan dalam Staatsblad (Lembaran
Negara) 1926 No. 326, 1928 No. 27 jo No. 28, 1928 No. 438, dan 1932 No. 507.
Batavia menjadi salah satu keresidenan dalam Provincie West Java disamping
Banten, Buitenzorg (Bogor), Priangan, dan Cirebon.
Jakarta (1942–Sekarang)
Penjajahan oleh Jepang dimulai pada tahun 1942 dan mengganti nama
Batavia menjadi Djakarta untuk menarik hati penduduk pada Perang Dunia II. Kota
ini juga merupakan tempat dilangsungkannya Proklamasi Kemerdekaan Republik
Indonesia pada 17 Agustus 1945 dan diduduki Belanda sampai pengakuan kedaulatan
tahun 1949.
Sebelum tahun 1959, Djakarta merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat.
Pada tahun 1959, status Kota Djakarta mengalami perubahan dari sebuah kotapraja
di bawah walikota ditingkatkan menjadi daerah tingkat satu (Dati I) yang
dipimpin oleh gubernur. Yang menjadi gubernur pertama ialah Soemarno
Sosroatmodjo, seorang dokter tentara. Pengangkatan Gubernur DKI waktu itu
dilakukan langsung oleh Presiden Sukarno. Pada tahun 1961, status Jakarta
diubah dari Daerah Tingkat Satu menjadi Daerah Khusus Ibukota (DKI) dan
gubernurnya tetap dijabat oleh Sumarno.
Semenjak dinyatakan sebagai ibu kota, penduduk Jakarta melonjak sangat
pesat akibat kebutuhan tenaga kerja kepemerintahan yang hampir semua terpusat
di Jakarta. Dalam waktu 5 tahun penduduknya berlipat lebih dari dua kali.
Berbagai kantung pemukiman kelas menengah baru kemudian berkembang, seperti
Kebayoran Baru, Cempaka Putih, Pulo Mas, Tebet, dan Pejompongan. Pusat-pusat
pemukiman juga banyak dibangun secara mandiri oleh berbagai kementerian dan
institusi milik negara seperti Perum Perumnas.
Pada masa pemerintahan Soekarno, Jakarta melakukan pembangunan proyek
besar, antara lain Gelora Bung Karno, Masjid Istiqlal, dan Monumen Nasional.
Pada masa ini pula Poros Medan Merdeka-Thamrin-Sudirman mulai dikembangkan
sebagai pusat bisnis kota, menggantikan poros Medan
Merdeka-Senen-Salemba-Jatinegara. Pusat pemukiman besar pertama yang dibuat
oleh pihak pengembang swasta adalah Pondok Indah (oleh PT Pembangunan Jaya)
pada akhir dekade 1970-an di wilayah Jakarta Selatan.
Laju perkembangan penduduk ini pernah coba ditekan oleh gubernur Ali
Sadikin pada awal 1970-an dengan menyatakan Jakarta sebagai "kota
tertutup" bagi pendatang. Kebijakan ini tidak bisa berjalan dan dilupakan
pada masa-masa kepemimpinan gubernur selanjutnya. Hingga saat ini, Jakarta
masih harus bergelut dengan masalah-masalah yang terjadi akibat kepadatan
penduduk, seperti banjir, kemacetan, serta kekurangan alat transportasi umum
yang memadai.
2.2. Letak geografis dan keadaan wilayah
Provinsi DKI Jakarta terbagi menjadi 5 wilayah Kota administrasi dan
satu Kabupaten administratif, yakni: Kota administrasi Jakarta Pusat dengan
luas 47,90 km2, Jakarta Utara dengan luas 142,20 km2, Jakarta Barat dengan luas
126,15 km2, Jakarta Selatan dengan luas 145,73 km2, dan Kota administrasi
Jakarta Timur dengan luas 187,73 km2, serta Kabupaten Administratif Kepulauan
Seribu dengan luas 11,81 km2. Di sebelah utara membentang pantai sepanjang 35
km, yang menjadi tempat bermuaranya 13 buah sungai dan 2 buah kanal. Di sebelah
selatan dan timur berbatasan dengan Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi
dan Kabupaten Bekasi, sebelah barat dengan Kota Tangerang dan Kabupaten
Tangerang, serta di sebelah utara dengan Laut Jawa.
Secara geologis, seluruh dataran terdiri dari endapan pleistocene yang
terdapat pada ±50 m di bawah permukaan tanah. Bagian selatan terdiri atas
lapisan alluvial, sedang dataran rendah pantai merentang ke bagian pedalaman
sekitar 10 km. Di bawahnya terdapat lapisan endapan yang lebih tua yang tidak
tampak pada permukaan tanah karena tertimbun seluruhnya oleh endapan alluvium.
Di wilayah bagian utara baru terdapat pada kedalaman 10-25 m, makin ke selatan
permukaan keras semakin dangkal 8-15 m. Pada bagian tertentu juga terdapat
lapisan permukaan tanah yang keras dengan kedalaman 40 m.
Keadaan Kota Jakarta umumnya beriklim panas dengan suhu udara maksimum
berkisar 32,7°C - 34,°C pada siang hari, dan suhu udara minimum berkisar 23,8°C
-25,4°C pada malam hari. Rata-rata curah hujan sepanjang tahun 237,96 mm,
selama periode 2002-2006 curah hujan terendah sebesar 122,0 mm terjadi pada
tahun 2002 dan tertinggi sebesar 267,4 mm terjadi pada tahun 2005, dengan
tingkat kelembaban udara mencapai 73,0 - 78,0 persen dan kecepatan angin
rata-rata mencapai 2,2 m/detik - 2,5 m/detik.
2.3. Pemerintahan
Pemerintahan DKI Jakarta adalah pemerintahan pada Propinsi Daerah
Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta), yang berbeda dengan propinsi-propinsi
lainnya. DKI Jakarta dipimpin oleh seorang Gubernur seperti halnya
propinsi-propinsi lainnya, tetapi memiliki 5 orang Walikota yang
bertanggungjawab kepada Gubernur secara langsung.
Sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia menurut
Undang-Undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengakui dan menghormati
satuan-satuan pemerintahan yang bersifat khusus atau istimewa yang diatur
dengan undang-undang. Selain itu, negara mengakui dan menghormati hak-hak
khusus dan istimewa sesuai dengan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Provinsi DKI Jakarta sebagai satuan pemerintahan yang bersifat khusus dalam
kedudukannya sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia dan sebagai
daerah otonom memiliki fungsi dan peran yang penting dalam mendukung
penyelenggaraan pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Oleh karena itu,
perlu diberikan kekhususan tugas, hak, kewajiban, dan tanggung jawab dalam
penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Bahwa Provinsi DKI Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik
Indonesia, sebagai pusat pemerintahan, dan sebagai daerah otonom berhadapan
dengan karakteristik permasalahan yang sangat kompleks dan berbeda dengan
provinsi lain. Provinsi DKI Jakarta selalu berhadapan dengan masalah
urbanisasi, keamanan, transportasi, lingkungan, pengelolaan kawasan khusus, dan
masalah sosial kemasyarakatan lain yang memerlukan pemecahan masalah secara
sinergis melalui berbagai instrumen. Untuk itulah Pemerintah Pusat mengeluarkan
Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus
Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia (LN 2007 No.
93; TLN 4744). UU yang terdiri dari 40 pasal ini mengatur kekhususan Provinsi
DKI Jakarta sebagai Ibukota Negara. Aturan sebagai daerah otonom tingkat
provinsi dan lain sebagainya tetap terikat pada peraturan perundang-undangan
tentang pemerintahan daerah.
2.4. Agama
Islam di Daerah Khusus Ibukota Jakarta adalah agama yang dianut oleh
mayoritas penduduk provinsi ini. Sensus BPS tahun 2010 menyebutkan 85,36% atau
sebanyak 8.200.796 jiwa penduduk Jakarta menganut agama Islam dan sisanya non
islam.
2.5. Penduduk
Jumlah penduduk Indonesia diperkirakan bakal meledak hingga mencapai
angka 300 juta jiwa pada 2015. Angka ini akan muncul jika pengendalian penduduk
tak berjalan baik.“Sekarang ini sudah 237 juta, hingga akhir tahun mungkin 241
juta jiwa. Jika tak berjalan sesuai rencana akan mencapai jumlah itu,” ujar
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional DR. dr. Sugiri
Syarif, MPA dalam acara konferensi pers peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia, di
Hotel Gran Melia, Senin, 26 September 2011.
2.6. Bahasa
Bahasa Betawi atau Melayu Dialek Jakarta atau Melayu Batavia (bew)
adalah sebuah bahasa yang merupakan anak bahasa dari Melayu. Mereka yang
menggunakan bahasa ini dinamakan orang Betawi. Bahasa ini hampir seusia dengan
nama daerah tempat bahasa ini dikembangkan, yaitu Jakarta.
Bahasa Betawi adalah bahasa kreol (Siregar, 2005) yang didasarkan pada
bahasa Melayu Pasar ditambah dengan unsur-unsur bahasa Sunda, bahasa Bali,
bahasa dari Cina Selatan (terutama bahasa Hokkian), bahasa Arab, serta bahasa
dari Eropa, terutama bahasa Belanda dan bahasa Portugis. Bahasa ini pada
awalnya dipakai oleh kalangan masyarakat menengah ke bawah pada masa-masa awal
perkembangan Jakarta. Komunitas budak serta pedagang yang paling sering
menggunakannya. Karena berkembang secara alami, tidak ada struktur baku yang
jelas dari bahasa ini yang membedakannya dari bahasa Melayu, meskipun ada
beberapa unsur linguistik penciri yang dapat dipakai, misalnya dari peluruhan
awalan me-, penggunaan akhiran -in (pengaruh bahasa Bali), serta peralihan
bunyi /a/ terbuka di akhir kata menjadi /e/ atau /ɛ/ pada beberapa dialek
lokal.
2.7. Budaya
2.7.1. Musik
Perpaduan berbagai-bagai etnik dan suku kaum membawa kepada
kewujudan pelbagai jenis kebudayaan oleh etnik sama ada daripada wilayah di
Indonesia ataupun bukan daripada Indonesia. Contohnya kebudayaan daripada
Belanda, China, Portugis, Arab dan India. Seni muzik di Jakarta menggambarkan
perpaduan tersebut melalui muzik tradisional mahupun moden yang dicipta. Bahkan
sehingga kini, Jakarta masih dianggap sebagai sebuah pusat bagi memperkembangan
muzik di Indonesia. Terdapat juga pengaruh luar dalam seni muzik tradisional di
Jakarta, seperti tanjidor, zilofon dan kromong yang mempunyai pengaruh
penggunaan rebab dan trompet tradisional yang bukan berasal daripada Jakarta
Sunda. Terdapat juga pengaruh asing daripada Eropah atau muzik tradisional Cina
seperti trombon dan gitar.
2.7.2. Tari
Seperti juga budaya dan seni muzik, seni tari di Jakarta
merupakan hasil perpaduan antara budaya masyarakat ada di dalamnya. Pada
awalnya, seni tari di Jakarta memiliki pengaruh Sunda dan Cina seperti Jaipong
yang mengunakan kostum penari khas pemain Opera Beijing. Namun Jakarta boleh
dikatakan daerah yang paling dinamik kerana mempunyai seni tari dengan gaya dan
koreografi yang dinamik selain seni tari lama.Contoh : Tari Topeng.
2.7.3. Cerita Rakyat
Selain daripada cerita rakyat Si Pitung, cerita rakyat yang
terkenal adalah seperti cerita Jagoan Tulen yang mengisahkan mengenai
jawara-jawara betawi. Selain daripada mengisahkan cerita mengenai kehandalan
atau kepakaran dalam dunia persilatan, terkenal juga cerita Nyai Dasima yang
menggambarkan kehidupan pada zaman penjajah.
2.8. Daya tarik
Daya tarik wisata (DTW) utama di Provinsi DKI Jakarta terdiri
atas : Taman Impian Jaya Ancol, TMII, Kebun Binatang Ragunan, Monumen Nasional,
Museum Nasional (Gedung Gajah), Museum Satria Mandala, Museum Fatahillah, dan
Pelabuhan Sunda Kelapa. Di luar ke-8 DTW tersebut, sesungguhnya di Provinsi DKI
Jakarta sangat banyak hal yang dapat dijadikan DTW. Daya tarik wisata alam
berupa hutan kota dan pantai sedangkan daya tarik wisata budaya dan sejarah
berupa museum, tempat ibadah, dan bangunan bersejarah. Daya tarik wisata buatan
terdiri atas wisata belanja, kuliner, dan olahraga.
BAB III
PEMBAHASAN MASALAH
3.1.
Taman Mini Indonesia Indah (TMII)
3.1.1.
Lokasi
merupakan suatu kawasan taman wisata bertema budaya
Indonesia di Jakarta Timur. Area seluas kurang lebih 150 hektare[1] atau 1,5
kilometer persegi ini terletak pada koordinat 6°18′6.8″LS,106°53′47.2″BT. Taman
ini merupakan rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia, yang mencakup berbagai
aspek kehidupan sehari-hari masyarakat 26 provinsi Indonesia (pada tahun 1975)
yang ditampilkan dalam anjungan daerah berarsitektur tradisional, serta
menampilkan aneka busana, tarian, dan tradisi daerah. Di samping itu, di tengah-tengah
TMII terdapat sebuah danau yang menggambarkan miniatur kepulauan Indonesia di
tengahnya, kereta gantung, berbagai museum, dan Teater IMAX Keong Mas dan
Teater Tanah Airku), berbagai sarana rekreasi ini menjadikan TMIII sebagai
salah satu kawasan wisata terkemuka di ibu kota.
3.1.2. Keadaan fisik kawasan
Di Indonesia, hampir setiap suku bangsa memiliki bentuk dan
corak bangunan yang berbeda, bahkan tidak jarang satu suku bangsa
memiliki lebih dari satu jenis bangunan tradisional. Bangunan atau arsitektur
tradisional yang mereka buat selalu dilatarbetakangi oleh kondisi lingkungan
dan kebudayaan yang dimiliki. Di TMII, gambaran tersebut diwujudkan melalui
Anjungan Daerah, yang mewakili suku-suku bangsa yang berada di 33 Provinsi
Indonesia. Anjungan provinsi ini dibangun di sekitar danau dengan
miniatur Kepulauan Indonesia, secara tematik dibagi atas enam zona; Jawa,
Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Tiap
anjungan menampilkan bangunan khas setempat.
Taman ini merupakan rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia,
yang mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari masyarakat 33 provinsi
Indonesia (pada tahun 1975) yang ditampilkan dalam anjungan daerah
berarsitektur tradisional, serta menampilkan aneka busana, tarian dan
tradisi daerah.
3.1.3. Gagasan
Gagasan pendirian TMII dicetuskan oleh Ibu Negara, Tien
Soeharto pada tanggal 13 Maret 1970 dalam sebuah pertemuan di Jalan Cendana no.
8, Jakarta Pusat. Pada waktu itu, Ibu Tien mengutarakan gagasannya mengenai pendirian
suatu tempat rekreasi yang mampu menggambarkan kebesaran dan keindahan
Indonesia dalam bentuk miniatur. Setelah gagasan tersebut mendapatkan
persetujuan, akhirnya dimulailah proyek pembangunan Proyek Miniatur Indonesia
Indah yang dilaksanakan oleh Yayasan Harapan Kita dengan dikeluarkannya SK B-1
04/Pres/8/1971 oleh Presiden Soeharto pada tanggal 20 Agustus 1971. Pembangunan
TMII akhirnya selesai dan diresmikan oleh Ibu Tien Soeharto pada tanggal 20
April 1975. Sejak tahun 1990, TMII telah mempunyai logo berhuruf I dan I, kedua
huruf ini mewakili nama Indonesia Indah. Sedangkan maskotnya berupa tokoh
wayang Hanoman yang dinamakan NITRA (Anjani Putra).
3.1.4. Filsafat dan asas pendirian
Kekokohan hasil proyek ini terbentuk berkat filsafat yang
berpangkal pada amanat-amanat Presiden Republik Indonesia yang pada intinya
ialah keseimbangan usaha pembangunan fisik dan ekonomi dengan pembangunan
mental spiritual.Filsafat inilah yang menjadi batu pijakan pembangunan dan
pengembangan Proyek Miniatur "Indonesia Indah".Filsafat ini dijadikan
pilihan landasan karena Ibu Negara sadar dan melihat bahwa pada awal
pembangunan yang dilaksanakan pada akhir tahun 1960-an belum mendapatkan
perhatian semestinya.Karena kesadaran dan perhatian beliau inilah, beliau berprakarsa
pelaksanaan pembangunan mental spiritual.
Secara lebih rinci ada lima aspek dan prospek yang dijadikan
baik pijakan pembangunannya maupun pandangan dalam pengembangannya.Kelimanya
ini ialah spiritual, pendidikan dan kebudayaan, teknologi, ekonomi, dan
kesejahteraan.Pegangan teguh pada aspek dan prospek ini dapat dirasakan dan
dilihat pada pengembangan yang telah berlangsung selama ini.Aspek dan prospek
spiritual serta pendidikan dan kebudayaan tidak terlepas dari pandangan
Presiden Soeharto.Mengenai aspek dan prospek spiritual beliau menyatakan bahwa
setiap usaha pembangunan ekonomi tidak mungkin dilakukan tanpa pembangunan
mental, spiritual, rohaniah dan sosial .Mengenai pendidikan dan kebudayaan
beliau mengungkapkan bahwa putra-putri harus menyiapkan diri sejak
sekarang.melatih diri dan mengasah otak belajar berorganisasi dan mulai
membaktikan diri kepada masyarakat, mencintai alam dan bangsanya sendiri.bangga
kepada kebudayaannyan sendiri dan mau belajar hal-hal yang baik dari luar tanpa
kehilangan kepribadian nasionalnya sendiri, berusaha sendiri dan selalu ingin
mengetahui hal-hal baru agar dapat maju, mencintai kerja dan berusaha mencapai
prestasi yang tinggi .
Mengenai aspek dan prospek teknologi, kata-kata Neil
Armstrong, angkasawan Amerika, manusia pertama yang menjejakkan kaki di bulan,
a little step of a man, a giant step of mankind yang artinya langkah kecil
manusia tetapi berupa loncatan raksasa kemanusiaan, merupakan dambaan dalam
membangun dan mengembangkan Proyek Miniatur "Indonesia Indah"
ini.Hanya dengan teknologi yang ditulang-punggungi ilmu, manusia dapat
melangkah maju dalam mewujudkan keinginan peningkatan ke arah ekonomi dan
kesejahteraannya.
Selanjutnya mengenai aspek dan prospek ekonomi, kata-kata
Presiden Soeharto menjadi pegangannya.Dikatakan oleh beliau
bahwa,"Pembangunan ekonomi berarti pengolahan kekuatan ekonomi potensial
menjadi kekuatan ekonomi riil melalui pananaman modal, penggunaan teknologi,
penambahan kemampuan berorganisasi dan manajemen" .Aspek dan prospek ini
tidak terlepas dari aspek dan prospek berikutnya, yaitu kesejahteraan.Oleh
Presiden Soeharto, dikatakan bahwa"Cita-cita kita adalah suatu masyarakat
Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila, kita ingin kehidupan kita
lebih baik, makin maju, bertambah sejahtera dan adil" .
Kelima aspek dan prospek tersebut saling berkait.Kaitan
inidalam pembangunan dan pengembangan Proyek Miniatur "Indonesia Indah
terlihat nyata bila kita melihat taman miniatur ini secara
keseluruhannya.Secara keseluruhan di sini melibatkan penglihatan kita terhadap
wujud fisik, yang berupa bangunan, yang mengandung aspek dan prospek spiritual,
pendidikan dan kebudayaan, teknologi, dan sarana dalam meningkatkan taraf
ekonomi dan kesejahteraan, dan wujud program pergelaran yang mengandung aspek
dan prospek spiritual, pendidikan dan kebudayaan, teknologi serta ekonomi dan
kesejahteraan.Jelaslah bahwa baik dari pandangan fisik maupun langkah
operasional.Proyek Miniatur ini erat berpegang pada aspek dan prospek
pembangunannya.
Dengan filsafat ini sebagai landasan, ada sasaran yang ingin
dijangkau oleh pendiri taman miniatur, yaitu meningkatkan pengetahuan dan
memberikan pengertian kepada bangsa-bangsa lain tentang Indonesia yang
sebenarnya.Ke dalam sendiri, jangkauan pelaksanaan proyek ini ialah terjadinya
proses pendidikan dan peningkatan pengetahuan bangsa sendiri mengenai tanah
airnya, sehingga terpupuklah rasa cinta kepada tanah airnya.
3.1.5. Misi dan Visi
Visi TMII adalah menjadi wahana pembudayaan yang dinamis dan
berperan aktif untuk mendorong tumbuhnya masyarakat yang inovatif. Untuk itu,
misi yang dijalankan adalah :
1.
Meningkatkan peran aktif sebagai
agen pembaharuan di masyarakat dalam pengembangan kreatifitas dan inovasi.
2.
Mengembangkan pembelajaran publik
dibidang budaya dan teknologi dalam mendukung sistem inovasi nasional.
3.
Merintis pembangunan dan
pengembangan Science Center di daerah.
3.1.6. Sarana pendirian
Sasaran yang ingin di capai dalam pendirian TMII adalah
memberikan pengertian kepada bangsa-bangsa lain maupun meningkatkan pengetahuan
bagi bangsanya sendiri mengenai tanah air, sehingga timbul rasa cinta terhadap
tanah airnya. Oleh karena itu, sasaran pembangunan TMII tidaklah semata-mata
untuk memburu finansial guna mengimbangi pembiayaan priyak dengan melaksanakan
usaha-usaha komersial, melainkan ditujukan lebih pada sasaran ideal guna
mencapai maksud dan tujuan di atas. Walaupun demikian tetap akan di pungut
tarif-tarif sekedar untuk menutup biaya pengusahaan dan menjamin kelangsungan
kerja serta mendidik masyarakat agar dapat merasa ikut memiliki dan turut
bertanggung jawab, terkecuali terhadap objek-objek yang akan diusahakan secara
komersial seperti hotel, penginapan, restoran, gedung Pusat Desain dan
Pengembangan Industri dan Aneka.
3.1.7.
Logo dan maskot
3.1.8. Taman
Di
TMII terdapat sepuluh macam taman yang menunjukkan keindahan flora dan fauna
Indonesia:
·
Kubah Taman Burung.
·
Taman Anggrek
·
Taman Apotek Hidup
·
Taman Kaktus
·
Taman Melati
·
Taman Bunga Keong Emas
·
Akuarium Ikan Air Tawar
·
Taman Bekisar
·
Taman Burung
·
Taman Ria Atmaja Park, panggung
pagelaran musik
·
Taman Budaya Tionghoa Indonesia
3.1.9.
Anjungan
Di Indonesia, hampir setiap suku bangsa memiliki bentuk dan
corak bangunan yang berbeda, bahkan tidak jarang satu suku bangsa memiliki
lebih dari satu jenis bangunan tradisional. Bangunan atau arsitektur
tradisional yang mereka buat selalu dilatarbetakangi oleh kondisi lingkungan
dan kebudayaan yang dimiliki. Di TMII, gambaran tersebut diwujudkan melalui
Anjungan Daerah, yang mewakili suku-suku bangsa yang berada di 33 Provinsi
Indonesia. Anjungan provinsi ini dibangun di sekitar danau dengan miniatur
Kepulauan Indonesia, secara tematik dibagi atas enam zona; Jawa, Sumatera,
Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Tiap anjungan menampilkan
bangunan khas setempat. Anjungan ini juga menampilkan baju dan pakaian adat,
busana pernikahan, baju tari, serta artefak etnografi seperti senjata khas dan
perabot sehari-hari, model bangunan, dan kerajinan tangan. Semuanya ini
dimaksudkan untuk memberi informasi lengkap mengenai cara hidup tradisional
berbagai suku bangsa di Indonesia. Setiap anjungan provinsi juga dilengkapi
panggung, amfiteater atau auditorium untuk menampilkan berbagai tarian
tradisional, pertunjukan musik daerah, dan berbagai upacara adat yang biasanya
digelar pada hari Minggu. beberapa anjungan juga dilengkapi kafetaria atau
warung kecil yang menyajikan berbagai Masakan Indonesia khas provinsi tersebut,
serta dilengkapi toko cenderamata yang menjual berbagai kerajinan tangan, kaus,
dan berbagai cenderamata.
Sejak tahun 1975 hingga tahun 2000 rancangan asli TMII
terdiri atas anjungan rumah adat dari 27 provinsi di Indonesia, termasuk Timor
Timur. Akan tetapi setelah Timor Leste merdeka dan memisahkan diri dari
Indonesia pada tahun 2002, status anjungan Timor Timur berubah menjadi Museum
Timor Timur. Selain itu karena kini Indonesia terdiri atas 33 provinsi,
anjungan-anjungan provinsi baru seperti Bangka Belitung, Banten, Sulawesi
Barat, Maluku Utara, Gorontalo, Kepulauan Riau, dan Papua Barat telah dibangun
di sudut Timur Laut TMII, walaupun ukuran dan luas anjungan provinsi baru ini
jauh lebih kecil dari anjungan provinsi yang telah dibangun sebelumnya.
3.1.10. Bangunan lain
Bangunan keagamaan diwakili oleh beberapa rumah ibadah agama
resmi yang diakui di Indonesia, hal ini untuk menggambarkan toleransi dan
keselarasan hubungan antar agama di Indonesia. Bangunan-bangunan keagamaan
antara lain:
·
Masjid Pangeran Diponegoro
·
Gereja Katolik Santa Catharina
·
Gereja Protestan Haleluya
·
Pura Penataran Agung Kertabhumi
·
Wihara Arya Dwipa Arama
·
Sasana Adirasa Pangeran Samber
Nyawa
·
Kuil Konghucu Kong Miao
3.1.11. Sarana rekreasi
Banyak sekali Sarana Rekreasi terdapat di Taman Mini
Indonesia Indah. Taman mini indonesia merupakan replika indonesia yang sangat
baik dikunjungi pada saat liburan, disamping sebagai tempat rekreasi juga
mengajarkan kepada anak anak tentang keindahan indonesia, mengajarkan tentang
betapa indahnya indonesia.
Istana Anak-anak Indonesia
Sarana Rekreasi di Taman Mini menghadirkan dunia mimpi buat
anak-anak Indonesia dipersembahkan oleh TMII. Nikmati keanggunan kisah-kisah
pangeran dan putri diistana anak-anak. Kisah-kisah dipersembahkan dalam
lukisan-lukisan yang sambung menyambung bercerita.
Perahu Angsa Arsipel Indonesia
Dengan perahu berbentuk angsa, kita bisa berkeliling di
danau yang indah yang berisi pulau-pulau sesuai dengan peta kepulauan
Indonesia, dengan Sarana Rekreasi di Taman Mini ini kita bisa menikmati
indahnya pemandangan di danau sambil belajar geografi kepulauan di Indonesia
Taman Among Putro
Masih di dunia anak-anak. TMII menyediakan Sarana Rekreasi
arena dan sarana khusus untuk rekreasi anak-anak. Kesehatan adalah pangkal
kebahagiaan. oleh karena itu Taman Among Putro menyediakan sarana rekreasi
hiburan bagi anak-anak sekaligus membina kesehatan mereka. Dilengkapi alat-alat
bermain dan hiburan dengan tenaga listrik dan mesin, Sarana Rekreasi di Taman
Mini ini dapat dimanfaatkan oleh anak- anak untuk kegembiraan mereka.
Taman Ria Atmaja
Arena hiburan yang ditampilkan khusus ini, adalah Sarana
Rekreasi di Taman Mini yang dilengkapi panggung pergelaran setinggi 1.5 meter
dengan luas 60 m2 di areal seluas lebih kurang 4000 meter persegi yang dikenal
pengunjung TMII sebagai TERMINAL DANGDUT sejak tahun 1985.
Taman Renang Ambar Tirta
Agar pengunjung terutama anak-anak dapat memanfaatkan
keberadaan TMII sebagai sarana rekreasi dan arena yang menyediakan sarana olah
raga, di sini juga dibangun sebuah kolam renang yang diberi nama Ambar Tirta.
Di kolam renang ini disediakan pelatih yang dapat mengajari anak-anak untuk
dapat berenang dengan cara yang baik dan benar.
Teater Imax Keong Emas
Gedung yang sangat khas berbentuk keong raksasa merupakan
tempat pemutaran dan pertunjukan film khusus dengan teknologi canggih. Beberapa
film tersedia untuk diputar di Teater Imax Keong Emas. Sarana ini menambah
lengkapnya Sarana Rekreasi di Taman Mini.
Desa Wisata
Pengunjung TMII bukan saja berasal dari Jakarta dan
sekitarnya yang dapat kembali dalam sehari. Tidak sedikit yang datang dari luar
kota, bahkan luar Jawa. Selain sebagai Sarana Rekreasi, di Taman Mini juga
disediakan keperluan menginap, disediakan penginapan dengan lingkungan bersih
dan alami serta biaya inap yang ringan.
Transportasi TMII
Beragam sarana transportasi TMII seperti mobil keliling,
kereta api mini, kereta gantung, kereta titian samirono, perahu angsa , ojek,
memberikan kemudahan dan kenyaman pengunjung dalam mengelilingi dan menjelajah
TMII.
Titihan Samirono/Aeromovel
Yang ada di TMII bukan sebatas objek tak bergerak. Aeromovel
merupakan salah satu objek yang bergerak itu. Sarana Rekreasi Aeromovel
merupakan kereta layang lintas cepat yang menjadi salah satu contoh bagi
transportasi massal yang efektif dan bisa dikembangkan untuk Indonesia saat ini.
Sky Lift Indonesia (Kereta Gantung)
Melalui Sky Lift atau kereta gantung yang membentang dari
ujung ke ujung kompleks TMII, para pengunjung bisa melihat replika gugusan
pulau-pulau yang mengisi nusantara raya Indonesia dari udara. Replika gugusan pulau-pulau
itu dinamakan Arsipel Indonesia. Ada pulau besar, ada pulau kecil, ada pula
perairan laut dan samudera yang menjadi kekayaan alam Indonesia.
Teater Tanah Airku
Teater Tanah Airku merupakan bangunan teater pertama di
Indonesia dengan kelengkapan teknologi maju yang berstandar internasional.
Bentuk bangunannya merupakan perpaduan antara estetika khas Indonesia dengan
konsep estetis internasional. Bukan saja berbagai ornamennya mengandung unsut
gunungan ala wayang kulit Jawa, atap ala rumah adat di Sumatera dan Sulawesi,
serta subkultur Dayak di Kalimantan, tetapi tata suara, tata cahaya, serta
kelengkapan tata panggung yang biasa dipergunakan di gedunggedung teater modern
di dunia bersambungan secara harmonis dalam Teater Tanah Airku ini.
Panggung Parkir Utara
Panggung Parkir Utara adalah panggung permanen untuk
berbagai kegiatan pertunjukan hiburan bagi pengunjung. Terletak bersebelahan
dengan alun-alun (plaza) Tugu Api Paneasila dan termasuk dalam kawasan area
Parkir Utara. Panggung terbuka ini dibangun atas peran serta perusahaan swasta
yang peduli terhadap khasanah budaya bangsa yang dipentaskan di Taman Mini.
Ukuran panggung yang besar dan luasnya kira-kira 20 meter x 18 meter dengan
atap berbentuk persegi tiga ini merupakan panggung yang paling besar di Taman
Mini.
Begitu banyaknya Sarana Rekreasi di Taman Mini yang bisa
kita kunjungi, selain dapat menghilangkan pikiran yang lelah dan membawa anak
anak bertamasya, Sarana Rekreasi di Taman Mini juga sebagai gambaran indonesia
yang dibuat mini. Semoga Sarana Rekreasi di Taman Mini ini bisa tetap eksis dan
tetap berkembang ditengah tengah maraknya tempat tempat rekreasi lainnya.
3.2. Monumen Pancasila Sakti
3.2.1. Lokasi
Monumen Pancasila Sakti terletak di Jl.
Raya Pondok Gede Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Tlp: 8400423,
Fax 021-8411381, e-mail:monps@sejarahtni.mil.id .
3.2.2. Sejarah
Penghianatan G-30-S/PKI pada tnggal 30
September 1965 dilakukan gerombolan G-30-S/PKI yang menculik 6 pejabat teras
TNI AD dan seorang perwira utama. DI lubang buaya ini tubuh para jenderal
disiksa dengan benda-benda tumpul, senjata tajam, bahkan ditembak. Setelah
disiksa jenazah para korban dimasukkan ke dalam sumur yang sempit, penyiksaan
dan pembunuhan dilakukan oleh anggota Pemuda Rakyat (PR), Gerwani, dan
ormas-ormas PKI. Pada tanggal 4 Oktober 1965 jenazah para jenderal diangkat
dari Lubang Buaya oleh anggota KKO TNI AL dan RPKAD disaksikan oleh Mayjen TNI
Soeharto.
3.3.
Gelanggang Samudra Ancol
3.3.1. Lokasi
Taman Impian Jaya Ancol
[Jal] No. 7 Jalan Pantai Indah,
Kelurahan Ancol, Pademangan ,Jakarta Utara 14430.
3.3.2. Fasilitas
1.
Aneka Satwa
Pertunjukan paling awal, Anda dapat
menyaksikan pentas aneka satwa. Pertunjukan akan dimulai dengan aksi dari 2
ekor berang-berang. Mereka akan beraksi dengan berjalan di atas lingkaran yang
menyerupai roda, naik sepeda, berjualan bakso dan bermain basket. Selanjutnya,
akan tampil beruang madu yang beraksi dengan berputar, menangkap hula hup,
mengendarai mobil dan berolahraga. Kehadiran kuda nil besar yang diiringi
dengan musik Jawa merupakan bagian terakhir.
Menurut pelatihnya, berat badan kuda nil
ini lebih dari 1 ton. Pelatih akan memberikan makanan seperti sayur-sayuran dan
buah-buahan dalam jumlah banyak sekaligus. Kuda nil yang membuka mulut besarnya
sambil mengunyah makanan menjadi penutup pertunjukan. Tingkah dari satwa-satwa
tersebut akan membuat Anda dan anak-anak tertawa karena ditambah komentar dari
pengisi suara yang lucu dan cocok dengan tingkah satwa.
2.
Singa Laut
Jadwal pertunjukan setelah itu adalah
pentas singa laut. Kehadiran 3 ekor singa laut yang berjalan masuk ke arena
akan menarik perhatian penonton. Mereka akan mengibarkan bendera sebagai tanda
pertunjukan dimulai. Singa laut dapat melakukan gerakan-gerakan yang mengundang
tawa seperti sikap hormat dan berguling. Mereka juga akan mempertunjukan
kepandaiannya dengan menjawab soal matematika, mengambil bola, berjalan di atas
drum dan membawa boneka di atas kolam renang tanpa menjatuhkannya. Sikap dan
celoteh dari pelatih semakin menghidupkan pertunjukan. Selesai pertunjukan,
Anda dapat minta cium dan berfoto dengan singa laut ini.
3.
Lumba-Lumba dan Paus Putih
Lumba-lumba dan paus putih siap beraksi
di pentas lumba-lumba. Wahana ini yang sering menjadi favorit bagi pengunjung
Gelanggang Samudra. Tiga orang pelatih yang energik akan memandu aksi dari
mamalia laut ini. Lumba-lumba yang pandai meloncat di air dibuktikan dengan
diperlihatkan seekor lumba-lumba yang mampu menyentuh bola yang digantung
tinggi. Seorang pelatih akan berdiri di punggung 2 ekor lumba-lumba dan mamalia
ini akan mengajak pelatihnya berkeliling kolam. Aksi lainnya adalah berenang
bersama, dengan memegang siripnya, lumba-lumba menarik pelatih mereka
berekeliling kolam menyapa penonton. Lumba-lumba juga pandai berhitung dengan
menjawab soal dari penonton. Di bagian akhir, lumba-lumba akan mengepakkan ekor
mereka di atas air. Hasilnya, penonton bagian depan akan terkena percikan
airnya.
Sesi kedua dari pertunjukan lumba-lumba
dan paus putih adalah aksi dari 2 ekor paus putih atau disebut Beluga.
Merupakan satwa pendatang baru di Gelanggang Samudra. Habitat asalnya, mereka
hidup di daerah dingin. Agar sesuai, suhu air kolam sudah disesuaikan dengan
habitat asal mereka yaitu 21° Celcius. Aksi mereka antara lain dengan berdansa
di dalam air dengan pelatihnya, mereka juga bernyanyi dengan mengeluarkan suara
melengking yang merupakan salah satu sarana komunikasi dari satwa ini.
Mereka juga akan mencium 2 orang
penonton terpilih, salah seekor paus putih kemudian akan meminta agar bertukar
penonton yang dicium, setelah bertukar, kejutan akan menanti 2 orang tersebut.
Moderator juga akan meminta penonton yang ingin memegang paus putih ini untuk
mendekat ke pinggir kolam dan byurr... paus tersebut akan menyemburkan air dari
mulutnya kepada mereka. Pada salah satu bagian, paus juga akan naik di pinggir
kolam dekat pelatih untuk mempertunjukan keseluruhan tubuh mereka. Ini akan
menarik perhatian, karena paus putih merupakan mamalia laut besar, dengan wajah
lucu mirip lumba-lumba dan dengan kulit licin serta warna putih yang menarik.
4.
Sinema 4D
Wahana lain yang tidak kalah seru adalah
Sinema 4D atau pertunjukan 4 dimensi. Anda harus mengantri untuk masuk ke dalam
bangunan teater ini. Di dalam, petugas akan membagikan kacamata 3 dimensi. Setelah
menunggu beberapa lama di depan pintu, penonton akan masuk ke dalam teater.
Film yang disajikan berdurasi kurang lebih 15 menit.
Dengan memakai kacamata 3 dimensi, Anda
akan merasakan gambar ada di depan Anda dan seolah dapat disentuh, ditambah dengan
kursi yang dapat bergoyang-goyang dan semburan air atau angin pada adegan
tertentu sehingga Anda dapat mesakana suasana sesungguhnya. Ada 5 pilihan
jadwal pada hari Senin sampai Sabtu dan 2 kali ekstra pertunjukan pada hari
Minggu dan hari Libur. Tapi, Anda hanya dapat menontonnya satu kali karena
untuk masuk ke dalam wahana ini harus menggunakan tiket yang terdapat pada
tiket masuk.
5.
Gelanggang Samudra
Gelanggang Samudra Ancol dapat menjadi
tempat rekreasi yang mendidik. Anda dapat mengenalkan berbagai satwa pada anak
Anda. Selain itu, terdapat akuarium air tawar yang menampilkan berbagai ikan
air tawar yang berada di sungai baik di Indonesia maupun luar negeri. Anda juga
dapat mengunjungi akuarium air laut yang akan menyajikan berbagai ikan air laut
yang lucu dan unik. Anda juga dapat mengunjungi area wisata belajar sebagai
sarana belajar yang baik bagi putra-putri Anda.
Selain berbagai sarana edukasi, terdapat
juga beberapa permainan menarik berupa wahana ride seperti Kiddy Bumper Car
yang disebut Laga Logon, Boto-boto yaitu permainan miniatur pesawat yang
berputar-putar untuk anak-anak, serta Ubur-ubur yaitu ballon ride. Wahana
permainan ini dapat menambah senang rekreasi Anda di Gelanggang Samudra.
Ancol memang menawarkan berbagai lokasi
wisata menarik. Anda dapat mengunjungi Dufan, Atlantis, Sea World, dan juga
jangan lupa Gelanggang Samudra. Gelanggang Samudra Ancol merupakan oseanarium
(oceanarium) yang menawarkan rekreasi, konservasi, dan pendidikan untuk seluruh
keluarga. Wisata di dalam kota Jakarta dapat menjadi menarik dan mendidik bagi
anak-anak Anda.
3.4.
Dunia Fantasi (DUFAN)
3.4.1. Lokasi
terletak di kompleks Taman Impian Jaya
Ancol (Ancol taman impian), Jakarta Utara, Indonesia.
3.4.2. Fasilitas
Istana Boneka. Wahana jadul ini selalu menjadi
favorit anak-anak. Berada di sisi barat Dufan dan di area belakang jika
berjalan dari arah pintu masuk Dufan, tepatnya di kawasan Eropa. Anak-anak naik
kereta lalu melewati terowongan yang penuh dengan boneka bergerak.
TreasureLand. Masih di kawasan Eropa,
namun ke sisi timur dari Istana Boneka. Wahana ini semacam pertunjukan pentas
aksi langsung stuntman. Di pentas muncul berbagai efek khusus seperti pentas
bergerak, ledakan, tembakan, dan penggunaan air dan api.Alap-alap. Wahana ini
berada di kawasan Indonesia dan dekat dengan wahana TreasureLand. Alap-alap
merupakan wahana roller coaster namun dalam ukuran mini untuk anak-anak. Hanya
saja ada tinggi minimum untuk pengunjung yaitu 100 centimeter.Rumah Jahil.
Wahana ini berada di Kawasan Amerika dan masih di sisi barat Dufan. Di sini,
pengunjung masuk ke dalam rumah yang semua dindingnya adalah cermin. Pengunjung
harus mencari jalan keluar dari rumah tersebut.Rango-rango. Salah satu wahana
favorit di Dufan yang dikenal dengan Rumah Miring. Pengunjung yang masuk ke
wahana ini akan mendapati diri mereka di sebuah rumah yang serba miring. Wahana
tersebut berada di kawasan Amerika, dekat dengan Rumah Jahil.Ubanga-banga.
Wahana ini berada di Kawasan Kalila, tepatnya di sisi barat Dufan. Anak-anak
yang senang dengan mobil-mobilan tentu cocok dengan wahana bumper car untuk
anak-anak ini. Persyaratan pengunjung adalah anak-anak dengan minimum tinggi
125 centimeter. Turangga-rangga. Wahana "merry go around" ini memang
selalu menjadi favorit. Apalagi posisinya tepat setelah pintu gerbang Dufan.
Sehingga anak-anak cenderung memilihnya sebagai wahana pertama untuk
dinaiki.Happy Feet. Wahana yang masih tergolong baru ini merupakan teater
simulator 3 dimensi dengan kisah para penguin di kutub selatan. Anak-anak yang
ingin menaikinya harus memiliki tinggi minimal 125 centimeter. Ice Age. Wahana
terbaru dari Dufan ini mengajak anak-anak naik perahu menelusuri zaman es yang
penuh dengan karakter dari Ice Age. Gajah Bledug. Di kawasan Asia ada wahana
Gajah Bledug. Wahana ini berada dekat Bianglala dan Kora-kora, tinggal berjalan
lurus dari pintu gerbang. Di wahana ini, anak dengan minimum tinggi 125
centimeter bisa naik "gajah" dan berputar-putar di
ketinggian.Bianglala. Tak lengkap kunjungan ke Dufan tanpa ke Bianglala. Naik
wahana ini tentu harus satu keluarga. Paling cocok dilakukan di sore hari yaitu
di akhir kunjungan untuk menutup hari menikmati Dufan sambil melihat gemerlap
lampu-lampu Ancol Taman Impian.
3.5. Pantai Marina Ancol
3.5.1. Lokasi
Dermaga Marina Ancol Jakarta adalah
dermaga kapal untuk keberangkatan ke pulau Seribu, dermaga ini terletak didalam
kawasan hiburan Taman Impian Jaya Ancol, lokasi dermaga berada dibelakang Dunia
Fantasi Ancol.
Dermaga Marina Ancol Jakarta dapat
dicapai dari akses:
1. Pintu gerbang utama Taman Impian Jaya
Ancol; untuk menuju dermaga Marina Ancol Jakarta dari pintu gerbang utama ini dapat langsung
masuk ke arah DUFAN dan belok kekiri menyusuri kanal, hingga terlihat deretan
kapal yang bersandar, gerbang utama Taman impian Jaya Ancol ini buka 24 jam,
dapat dicapai dari jalan Gunung Sahari, Toll outer ring-road dan turun di
Ancol.
2. Pintu gerbang timur Taman Impian Jaya
Ancol; pintu gerbang timur dapat untuk wisatawan yang melalui rute dari arah
kemayoran, pintu gerbang timur ini buka 24 jam.
3. Pintu gerbang Barat / Pluit; untuk
menuju dermaga Marina Ancol Jakarta dari pintu gerbang dari arah Pluit ini baru
buka sekitar jam 07.30 pagi, pintu ini terdapat disamping dermaga Marina.
3.5.2. Fasilitas
Dermaga Marina Ancol Jakarta ini
mempunyai 23 pintu dermaga yang lokasinya ber-urutan dari dermaga marina nomor
1 yang berada dekat dengan jembatan (pompa bensin satu-satunya di Taman Impian
Jaya Ancol) hingga ke dermaga nomor 23 yang berada di ujung pantai Marina
Ancol.Dermaga terbuat dari kayu pancang dengan jalan / path di dermaga menuju
kapal dengan lebar kurang lebih 1 meter, Jenis kapal yang bersandar di
dermaga marina Ancol ini bermacam macam tipe dan kepemilikan, sebagian dari
kapal yang bersandar merupakan kapal – kapal pribadi dari orang kaya, kapal
sewa dan kapal milik Resort Pulau Seribu di Jakarta
1.
Dermaga Marina Ancol No 05 :
dermaga ini digunakan untuk keberangkatan ke Pulau Alam Kotok berangkat pada
pagi hari jam 08.00 AM
2.
Dermaga Marina Ancol No 06 :
dermaga ini digunakan untuk kapal Shuttle Boat, yakni kapal yang secara regular
mengunjungi pulau - pulau resort dan non resort sesuai dengan pemesanan
penumpang.
3.
Dermaga Marina Ancol No. 09 :
dermaga ini digunakan untuk keberangkatan ke Pulau Putri Resort, keberangkatan
jam 08.00 pagi
4.
Dermaga Marina Ancol No. 16
dermaga ini digunakan untuk keberangkatan ke Pulau Ayer, jadwal kapal berangkat
jam 09.00 pagi
5.
Dermaga Marina Ancol No. 17
dermaga ini digunakan untuk keberangkatan ke Pulau Bidadari, jadwal
keberangkatan jam 11.00 pagi dan boarding time 30 menit sebelum keberangkatan.
6.
Dermaga Marina Ancol No. 19 :
dermaga ini digunakan untuk keberangkatan ke pulau Sepa Resort
7.
Dermaga Marina Ancol No. 22 – 23
dermaga ini untuk keberangkatan ke pulau Pantara Resort
3.6.
PP IPTEK
3.6.1. Lokasi
Taman Mini Indonesia Indah, Jl. Raya Pondok Gede, Jakarta
Timur
Telp. (021) 840-9481; 841-1305; Fax. 840-1487, E mail:
ppiptekI@ indo.net.id
3.6.2. Visi dan Misi
Visi dan Misi PP-IPTEK adalah menjadi wahana pembudayaan.
IPTEK yang berperan aktif dalam menciptakan masyarakat berbudaya iptek. Untuk
itu, misi yang dijalankan adalah :
a. Meningkatkan peran
aktif sebagai agen “Pembaharuan” dimasyarakat dalam mengembangkan daya
kreatifitas dan inovasi.
b. Mengembangkan pembelajaran
publik di bidang IPTEK dalam mendukung program nasional.
c. Merintis pembangunan
science centre di daerah.
d. Mengembangkan referensi
nasional science centre di Indonesia.
e. PP-IPTEK berkomitmen
untuk menjadi “titik temu” pembelajaran iptek bagi segala generasi agar
komunikasi, inspirasi dan kreativitas tumbuh bersama.
3.6.3. Manfaat
a.
Sebagai inovasi pembelajaran iptek
bagi pendidik.
b.
Sebagai peningkatan penguasaan
iptek bagi pelajaran(robotok, informatika, roket, nano teknologi, bioteknologi,
dan penelitian iptek).
c.
Sebagai peningkatan penyenggaraan
lomba/kompetensi dibidang iptek.
3.6.4. Pengklasteraan alat peraga
Seluruh benda koleksi di peragaan Iptek meupakan alat-alat
peraga interaktif yang sebagian besar bersifat dapat disentuh dan dimainkan.
Berbeda dengan moseum yang hampir seluruh benda koleksinya merupakan
barang-barang yang memiliki nilai historis atau replikanya dan hanya sebagai
objek penglihatan saja. Dengan ini pengunjung dapat merasakan manfaat dan
mendapatkan pengetahuan dari sebuah alat peraga.
Alat peraga Iptek yang interaktif ini ada yang berbentuk
artifak seperti diaroma dan ada yang berbentuk alat peraga sentuh dan
dimainkan. Alat interaktif yang dapat disentuh dan dimainkan ini adalah alat
peraga yang mekanisme opeasinya memerlukan interaksi fisik antara pengunjung
dengan alat peraga. Pada saat ini alat-alat peraga di peragaan Iptek berjumlah
250 buah.
Dari 250 buah alat peraga itu hampir seluruhnya merupakan
alat peraga interaktif yang dapat disentuh dan dimainkan, alat peraga ini
terbagi dalam 13 (tiga belas) wahana yaitu:
·
Wahana Ilmu Dasar
·
Wahana Transportasi Darat
·
Wahana Transportasi Laut
·
Wahana Transportasi Udara
·
Wahana Antariksa
·
Wahana Fluida
·
Wahana Optika
·
Wahana Galileo
·
Wahana Mekanika
·
Wahana Matematika
·
Wahana Lingkungan dan Energi
·
Wahana Telekomunikasi, dan
·
Arena Cilik
Seluruh alat peraga ini akan terus dikembangkan baik dari
jenis peragaannya maupun jumlahnya. Keseluruhan alat tersebut tersebar di tiga
lantai galeri dan bangunan pusat.
3.6.5. Fasilitas
1. BANGUNAN DAN LAHAN PARKIR*
PP-IPTEK memiliki sarana berupa gedung yang di desain
futuristic dengan luas lantai 23.400 m2. Saat ini sekitar 300 alat peraga
tersebar di gallery yang terbagi dalam 14 wahana, dan didukung oleh bengkel /
workshop yang cukup lengkap untuk pembuatan prototype dan manufaktur alat
peraga, antara lain : elektronik, kayu dan bubut. Halaman / lansekap seluas
42.300 m2 sangat memadai untuk berbagai kegiatan out-door, science camp, dan
parkir bagi rombongan berjumlah besar.
2. PENGARAHAN CARA BERKUNJUNG YANG EFEKTIF
Sebelum pengunjung rombongan memasuki galeri peraga
PP-IPTEK, seorang pemandu akan memberikan pengarahan pada tiap rombongan
mengenai tata cara yang efektif dalam berinteraksi dengan alat peraga,
mengingat sekitar 300 tersaji di galeri PP-IPTEK. Selain pengarahan, pemandu
meminta agar pengunjung dapat berinteraksi mandiri dengan alat peraga sambil
membaca keterangan secara seksama, serta mengamati dan mempelajari fenomena
iptek yang terjadi.
3. LEMBAR KERJA SAINS (LKS) BAGI PENGUNJUNG ROMBONGAN
PELAJAR
Agar kunjungan pelajar dapat lebih bermakna, PP-IPTEK
menyediakan lembar kerja sains (LKS) bagi tiap anggota pelajar. LKS dimaksud
untuk membantu pelajar supaya lebih fokus dalam mengeksplorasi dan
berinteraksi dengan alat peraga, juga bagi pendidik dalam menambah wawasan
iptek. LKS dapat dikembangkan bersama dengan sekolah-sekolah yang mempunyai
kebutuhan dalam mata pelajaran tertentu.
4. MUSHOLA
Pusat Peragaan Iptek menyediakan sebuah Mushola yang khusus
dibuatkan untuk sarana peribadatan umat muslim. Bangunan Mushala tersebut
terletak di area parkir PP-IPTEK sehingga memudahkan pengunjung untuk
melaksanakan ibadah tanpa harus membayar tiket masuk PP-IPTEK.
5. RUANG AUDITORIUM*
PP-IPTEK memiliki ruang auditorium berkapasitas 125 kursi
yang digunakan untuk menyaksikan film-film ilmiah dan kegiatan lainnya.
6. RUANG KULIAH*
PP-IPTEK memiliki 3 (tiga) buah ruang dengan masing-masing
berkapasitas ± 100 orang, yang dapat digunakan untuk program sanggar kerja,
tematik, workshop, seminar, pertemuan, ataupun kegiatan-kegiatan lain yang
dapat dilakukan di dalam ruangan.
7. KAFE
PP-IPTEK memiliki sebuah kafé yang menyediakan aneka makanan
serta minuman ringan
3.7.
Museum Minyak dan Gas Bumi (MIGAS)
3.7.1. Lokasi
Jl. Raya TMII Ceger Cipayung Jakarta
Timur DKI Jakarta 13550(021) 8401686
3.7.2. Fasilitas
1.
RUANG PAMERAN
Ke Gawitra tiga tahun lalu. Sepiiiii
banget. Serasa pengunjung VVIP alias ga ketemu satu kepala pun waktu keluyuran
sampai Anjungan Kegiatan Hulu. Buat aku, kesan museum dari luar yaah
gitu-gituh. Tapi sutrala tiket juga cuman duaribu perak titik. Ketika jelajah
dimulai woww...elaborata. Sebuah museum yang dihidangkan dengan bergaya, dan
lezat. Tak kalah dengan mendoan yang bikin betah. Ini pujian looh. Hari-hari orang
boleh makan roti keju tapi malam-malam mimpinya mendoan heey..hehe...
2.
MINYAK MENTAH, SI EMAS HITAM
Tapi apaan sih yang bisa dilihat di
Museum Migas. Banyak. Pertama, barel. Bukan drum loh tapi tong kayu alat ukur
minyak bumi yang setara 158,9 liter. Yang sering dibilang harga minyak satu
barel seratus dolar berapa itu. Selfie dulu ah. Sama tong barel ha?!! Ada tuh
di Jungle-nya Kipling. Untuk merebut Mowgli yang bayi dari Father Wolf maka
Shere Khan si harimau mesti menerobos pintu gua yang sempit, '...as a man's
would be if he tried to fight in a barrel.'
Paling berkesan alias seumur-umur gini,
tiba-tiba ketemu si minyak bumi dalam bentuk aslinya alias minyak mentah, si
crude oil. Emas hitam yang lebih perkasa dari seluruh supersentai karena bisa metamorf
jadi apa aja. Ga cuman bensin, minyak tanah, gas, avtur, aspal, pelumas yang
udah lancar di kepala tapi juga karet sintetis, kulit sintetis, nilon, pupuk,
pestisida, parfum, plastik, melanin, akrilik, deterjen, selotip, kosmetika
etcetera etcetera.
Satu yang mesti disebut adalah parafin,
ingredien lilin batik merupakan hasil distilasi minyak bumi. Jadi ada perannya
loh dalam warisan budaya. Sebatang Pohon Minyak di Ruang Peran meringkas
kebolehan minyak bumi. Tapi sisi lain minyak bumi adalah perannya dalam
pemanasan global.
3.
GUCI MINYAK BUMI SRIWIJAYA
Di Ruang Sejarah pengunjung bisa eksplor
sejarah tambang migas. Minyak bumi ga bikin kita mikir Sriwijaya tapi ternyata
doeloedoeloe itu minyak bumi dipaket dalam guci adalah hadiah Sriwijaya kepada
Kaisar Tiongkok. Menurut Gawitra: Berabad-abad yang lalu rembesen minyak bumi
telah ditemukan di Sumatera Selatan. Gitu tah. Ada gucinya di Gawitra. Ga ingat
asli apa contoh doank. Tapi lalu dibikin apa yah minyak bumi di sono dahulu
kala itu.
4.
RUANG SEJARAH
Minyak bumi di Indonesia benar-benar
hendak dieksploitasi pertama kali di Cibodas, Jawa Barat, oleh Jan Reerink,
1871. Pedagang kelontong yang terinspirasi keberhasilan Edwin Drake di
Pennsylvania. Namun usaha Jan Reerink gagal. Kedua Aeilko Jans Zijlker yang
semula bergerak di sektor perkebunan tembakau. Berhasil mendapatkan konsesi
yang dikenal sebagai Telaga Said dari Sultan Langkat pada 1883.
Kemudian J.B. August Kessler, tiba di
Sumatra pada 1891, orang Belanda juga, pionir minyak penerus Zijlker, Toean
Besar yang bahkan bisa bekerja siang-malam walau sakit, dan meraih sukses yang
luar biasa, deeste..deeste...sampai Indonesia merdeka. Setelah 69 tahun
merdeka? 'Penguasaan pelaku ekonomi asing di sektor energi tak dapat dikurangi
sehingga penataan sektor energi menjadi tidak mudah,' tulis Prof. Erani (Dekade
yang Hilang, Kompas, 17 Juni 2014).
5.
MINIATUR ANJUNGAN
Tak kalah menakjubkan ialah para
miniatur yang terhormat di Gedung Utama seperti Fasilitas Lepas Pantai Terpadu
yang Pertama di Dunia, Kilang Kenali Asam di Jambi, pengangkut minyak bumi
zadul yaitu tangki cikar yang ditarik kerbau sampai kapal tanker modern. Maupun
miniatur Anjungan Pemboran Lepas Pantai, Anjungan Produksi Lepas Pantai,
Anjungan Produksi Laut Dangkal dkk di Anjungan Kegiatan Hulu. Aslinya sih ga
ngerti apa beda satu anjungan sama lainnya tapi miniatur gini kok yah memberi
rasa karya yang artistik. Juga karena ingat cerita Saman.
6.
DIORAMA PERADABAN MANUSIA
Gawitra punya diorama yang menggoda
*untuk ditilep dinosaurusnya tah*. Diorama Peradaban Manusia mengisahkan
perkembangan peradaban manusia yang pesat setelah ditemukan minyak bumi.
Lainnya Diorama Kegiatan Migas dari Hulu sampai Hilir yang mengesankan.
Kalo capek kaki bisa duduk menikmati
film animasi kayak Saya juga Berasal dari Minyak dan Gas Bumi, atau film
Kegiatan Pemboran. So bagaimana...museum ber-AC loh bisa buat ngadem, dan
bersih, dan lampunya banyak banget (gak environment-friendly banget yaah),
lagian harga tiket lebih murah lagi dari aqua yang jual di TMII. Tapi tetep
pentingnya kita bisa mengenal migas lebih jauh. Bertanya lebih jauh. Iya gak,
frens.
3.8.
Theater IMAX Keong Mas
3.8.1. Lokasi
Jl. Raya Taman Mini, Taman Mini Indomesia
Indah, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, DKI Jakarta (021) 8401021
3.8.2. Fasilitas
1.
AREAL PARKIR
Di sini sudah di siapkan areal parkir
yang luas, sehingga para pengunjung akan lebih senang dan nyaman untuk meparkir
kendaraannya, di samping itu suasana di sekitar areal parkir juga menyenangkan
banyak pepohonan suana alam masih tercipta.jangan kwatir keamanan juga terjaga
dengan baik, masyarakar di berikan fasilitas ini agar nyaman.
2.
TOILET PRIA DAN WANITA
Merupakan kelengkapan yang tidak dapat
di pisahkan setiap tempat – tempat rekreasi ada Toilet untuk pria dan wanita,
Termasuk tempat arena rekreasi Theater IMAX Keong Emas di lengkapi, akar para
pengunjung lebih nyaman dan gak perlu jauh jauh mencarinya. Ini salah satu
Fasilitas yang di berikan.
3.
MUSHOLLA
Fasilitas ini untuk dipersiapkan oleh
Managemen Theater IMAX Keong Emas, agar masyarakat yang berkunjung beragama
islam lebih mudah dalan menjalankan sholat, tidak perlu harus jalan jauh –
jauh, sering di tempat yang lain tidak di siapkan, maka para pengunjungnya
mesara kurang nyaman . dengan adanya fasilitas musholla ini cukup para
pengunjung untuk memanfaatkannya.
3.9.
Cibaduyut
3.9.1. Lokasi
Cibaduyut adalah sebuah daerah di sekiar kota Bandung bagian
selatan. Daerah ini terkenal dengan kerajinan sepatunya.
3.9.2. Macam -macam barang
Ada banyak kios yang menyediakan berbagai sepatu, jaket, dan
tas di sepanjang jalan Cibaduyut. Kios-kios ini tersebar di kanan dan kiri
jalan yang cukup sempit. Barang-barang ini banyak diproduksi di
industri-industri kecil yang terletak di gang-gang jalan tersebut. Kualitas barang
buatan Cibaduyut ini tidak buruk walau harganya tidak mahal. Barang dari luar
kota Bandung, seperti Tasikmalaya atau Ciomas juga bisa ditemui di Cibaduyut
Bandung.
Tidak hanya jaket dan sepatu, barang lain seperti tas dan
baju juga bisa kita jumpai di Cibaduyut. Barang-barang ini sama berkualitasnya
dengan barang yang dijual di tempat lain di kota Bandung. Jadi kita bisa
memperoleh berbagai barang sekaligus jika mengunjungi Cibaduyut.
Kita perlu memilih waktu untuk berkunjung ke Cibaduyut
Bandung. Lokasi ini dipastikan akan ramai dan padat setiap akhir pekan. Bahkan
pada hari-hari biasa saja jalanan di Cibaduyut sering ramai dan macet. Untuk
mendapatkan barang, kita harus rajin keluar masuk kios dan membandingkan
kualitas dan harga. Beberapa kios memungkinkan kita untuk menawar harga barang
yang kita inginkan.
Kita harus pandai untuk menemukan tempat parkir di lokasi
ini. Jika sudah menemukan parkir yang nyaman maka sebaiknya kita berjalan kaki
menelusuri kios di Cibaduyut Bandung. Jika kelelahan, ada banyak tempat lokasi
kuliner di Cibaduyut atau sekitar Terminal Leuwi Panjang. Kita bisa betah
berlama-lama di Cibaduyut sampai menemukan barang yang kita inginkan. Bahkan
kita bisa saja menjual lagi barang dari Cibaduyut dengan selisih harga
tertentu. Harga yang cukup murah ini membuat banyak pedagang dari luar Bandung
memborong barang di Cibaduyut dan menjual lagi di luar kota. Bahkan kita bisa
juga melakukan pemesanan sepatu dan jaket khusus di berbagai kios Cibaduyut.
Cibaduyut Bandung relatif mudah dijangkau. Seperti
disebutkan di atas, Cibaduyut dekat dengan Terminal Leuwi Panjang dan pintu tol
ke arah Cipularang. Kita juga bisa menjangkau Cibaduyut dengan memakai angkutan
umum yang tersebar di kota Bandung seperti angkot atau bus Damri. Namun karena
dekat terminal dan di kawasan pendudu maka Cibaduyut selalu ramai setiap saat
dan dipenuhi asap kendaraan bermotor.
BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Kesimpulan yang kami dapatkan selama kami mengikuti study
wisata banyak sekali. Kami merasa senang karena kami bisa mengikuti study
wisata bersama teman – teman dan guru. Selain itu kami juga mendapatkan banyak
sekali ilmu baru. Kami juga mendapatkan pengalaman baru yang tidak akan pernah
kami lupakan.
4.2. Saran
Karya Wisata kemarin sebagai sarana pembelajaran siswa di
luar sekolah dan untuk Menyegarkan Pikiran saat kebingungan ketika Kegiatan
Belajar Mengajar sedang berlangsung. Selain itu Kegiatan Karya wisata kemarin
juga berguna untuk menambah wawasan peserta didik . Disana Kami lebih tahu ,
betapa indahnya Alam Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa . Dari Situlah kami ingin
meninggalkan pesan yaitu , Guru pendamping lebih mengawasi siswa-siswanya agar
tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.Waktu yang diberikan pada tiap
tempat harap lebih diperlama agar siswa dapat lebih puas berkeliling objek.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
1. A. Kelompok Bis
1.
Achmad Fauzian F K /01/8D
2.
Ajidan Akmal s /02/8D
3.
Anggriawan Bagus S/05/8D
4.
Indra Yana S /17/8D
5.
Rayhan Rifyal H /26/8D
B. Kelompok Karya Tulis
1. Rayhan Rifyal H
(VIII D/26)
2. Vigo Kurnia (VIII
D/32)
3. Achmad Fauzian F K
(VIII D/01)
4. Anggriawan Bagus S
(VIII D/05)
5. Indra Yana S (VIII
D/17)
2.
Galery Foto


Zzzz,apaan raono fotone...:v
BalasHapus